Standing in Between - His Mind, His Soul and His Creature

{(When) motivation.(learn+think) + spirit = (+)change.continuous improvement}within 'limited,narrow,confined' framework "In the Name of Allâh, the Most Beneficent, the Most Merciful"

Name:
Location: Rotterdam, Zuid Holland, Netherlands

Monday, April 14, 2008

Pemilihan Khusus

Sekedar memisalkan saja, kalau anda tergolong orang yang extrovert, anda mungkin merasa perlu untuk membagi informasi dengan jalan bercerita, sharing, bertukar pikiran atau apalah tentang sesuatu yang anda alami kepada orang lain. Masalahnya, seringkali kita tidak mem-filter kepada siapa kita berbagi cerita. Apalagi jika orang tersebut kemudian membagikan lagi kisah anda ke orang-orang lain. Lalu sebenarnya dimana letak masalahnya?

Ada beberapa poin yang bisa dilihat secara umum, ingat, secara umum. Pertama, manusia memiliki kecenderungan untuk mengkritik daripada membangun. Saya tidak berasumsi atau lebih jauh lagi, menghakimi bahwa semua orang seperti itu. The point is, saya hanya ingin mengatakan bahwa mereka yang kita ajak berbagi kadangkala tidak menyadari bahwa kita sebenarnya hanya ingin didengarkan, itu saja. Namun lebih dari itu, mereka berbaik hati memberikan 'ide-ide cemerlang' yang celakanya seringkali berupa kritik yang sebenarnya sudah kita ketahui sendiri. Jangan salah, hal itu bukan berarti kita harus menjadi orang yang anti terhadap kritik.

Tapi untuk seseorang yang sedang dilanda duka, kepanikan, kesedihan dan kawan-kawannya, kritik menjadi lebih seperti tikaman-tikaman kecil. Apa negatifnya? Emosi yang sudah kita bersihkan di-refill kembali dengan penghakiman yang akan memperkuat perasaan bahwa kita telah membuat segala sesuatunya menjadi berantakan. Oh No!

Lantas, apa untungnya kalau hal itu hanya menambah rasa bersalah dan meredupkan semangat? Makin banyak orang yang kita ajak berbagi, makin menumpuk pula rasa bersalah tersebut dan makin sulit mengobarkan kembali semangat kita.

Kedua, kita tidak akan ber-marketing tanpa endorser bukan? Dengan kata lain mengiklankan kekurangan sebuah produk kepada customer? Saya yakin, tidak akan ada. Semakin banyak orang yang mengetahui tentang kegagalan kita, apakah citra yang kita miliki akan menjadi lebih baik? Apakah dengan makin banyaknya orang yang merasa iba terhadap diri kita akan membuat persepsi orang menjadi lebih baik? Saya meragukan hal itu, karena ketika citra menjadi kurang baik, bukankah akan lebih sulit untuk kembali ke lingkungan sosial? Logisnya, semangat akan menjadi semakin surut? Nah, Jika semangat sudah surut, bukankah peluang untuk survive makin kecil?

Lalu apakah berarti kita tidak boleh mengungkapkan sesuatu hal, perasaan, kondisi keterpurukan kita kepada seseorang? Menurut saya, boleh dan sah-sah saja, tapi tidak berarti kemudian satu kecamatan tahu semua mengenai kisah kita. Lagi-lagi, apa untungnya? Pilih seseorang yang secara pribadi dekat dengan kita dan bisa menjadi tempat untuk berbagi sekaligus mampu mendukung dan membangkitkan semangat. Bahkan lebih dari itu, orang ini diharapkan bisa menjadi ‘guru spiritual’, tempat untuk berkonsultasi, meminta second opinion dalam menentukan langkah-langkah anda.

Life is a choice, choose it wisely! Untuk itu penting sekali memilih dengan tepat, teliti dan seksama, bahkan kalau perlu dengan tempo yang tidak sesingkat-singkatnya kepada siapa kita harus berbagi. Mark Twain pun setuju dengan mengatakan : “Keep away from people who try to belittle your ambitions. Small people always do that, but the really great make you feel that you, too, can become great.” Hindarilah mereka yang mencoba untuk mengecilkan ambisi kita. Orang-orang yang ‘kerdil’ selalu melakukannya, tapi orang-orang hebat akan membuat anda merasa bahwa anda juga bisa menjadi hebat seperti mereka.

Saya sendiri sudah memiliki orang yang saya anggap tepat untuk berbagi. Satu hal lagi, kadang dalam proses memilih itu hal-hal menarik akan terjadi diluar logika anda.

Apakah anda sudah memiliki orang yang tepat? Kalau belum, tetap semangat untuk mencari!

1 Comments:

Blogger Arsanda Aditya said...

Mmmm... bener... ;p

2:33 AM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home